KEUTAMAAN NIAT DAN KEIKHLASAN

Keutamaan Niat dan Keikhlasan
Penulis : Ust. Yudi Abu Nabhan

Saudaraku yang dirahmati Allah Swt, niat merupakan sesuatu yang amat sangat penting dalam ajaran Islam, saking pentingnya niat, Allah Swt membalas amal seseorang sesuai dengan apa yang dia niatkan, sebagaimana Sabda Rosulullah Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim,

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Artinya :
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kita Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Dari hadits di atas dapat kita ambil beberapa pelajaran diantaranya : diterima atau tidaknya, sah atau tidaknya suatu amalan tergantung pada niatnya, dan juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya dalam beramal, baik perkataan, perbuatan, maupun keyakinan dalam hatinya.

Intinya apabila seseorang berniat karena mencari keridhaan Allah Swt maka ia akan mendapatkan keridhaan Allah Swt, sedangkan apabila ia mencari dunia, wanita yang ingin dinikahinya, atau lainnya selain Allah Swt dan RasulNya, maka amalnya pun akan mendapatkan sebagaimana ia niatkan.

Hadits di atas juga merupakan salah satu hadits-hadits yang menjadi inti dari ajaran Islam, sebagaimana Imam Ahmad dan Imam Syafi’i mengatakan bahwa hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu, karena perbuatan seorang hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya.

Sementara asbab hadits ini berkaitan dengan seseorang yang berhijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan menikahi seorang wanita yang bernama “Ummu Qais”, bukan untuk mencari keutamaan berhijrah kerena Allah, sehingga ia digelari “Muhajir Ummu Qais” – Orang yang berhijrah karena Ummu Qais.
Oleh karena itu, niat amat sangat penting untuk kita perhatikan dan kita pastikan bahwa niat kita beramal semata-mata mencari keridhaan Allah Swt, bukan yang lain.

Saudaraku yang dirahmati Allah Swt, berbicara masalah niat, niat sendiri memiliki 2 fungsi diantaranya : 1) jika niat itu berkaitan dengan sasaran suatu amal (Ma’bud), maka niat tersebut berfungsi membedakan antara amal ibadah dengan amal kebiasaan, sedangkan 2) jika niat berkaitan dengan amal itu sendiri (Ibadah), maka niat tersebut berfungsi membedakan antara satu amal ibadah dengan amal ibadah lainnya, contohnya niat sholat tentu berbeda dengan niat zakat, dan lain sebagainya.

Kemudian jika para ulama berbicara masalah niat, maka niat juga mencakup dua hal yakni, 1) niat sebagai syarat sahnya ibadah, sebagaimana dipaparkan di atas, bahwa pastikan kita berniat benar sesuai dengan amal yang kita lakukan, dan 2) niat sebagai syarat sahnya diterima ibadah, dengan istilah “ikhlas” atau dengan kata lain niat beribadah harus ikhlas (hanya mengharap keridhaan Allah Swt), karena jika tidak ikhlas, maka akan berpengaruh terhadap diterimanya suatu amalan dengan perincian sebagai berikut : a) Jika niatnya telah salah di awal, maka ibadah tersebut batal, b) jika kesalahan niat di pertengahan, maka ada dua keadaan, pertama jika ia menghapus niat yang awal maka seluruh amalnya batal, dan kedua jika ia memperbagus amalnya dengan tidak menghapus niat yang awal, maka amal tambahannya batal. Dan 3) senang dipuji setelah amal selesai, maka tidak membatalkan amal, namun cukup bahaya jika tidak disikapi dengan bijak, maka bisa jadi pujian tersebut berpengaruh kepada keikhlasan dalam beramal.

Saudaraku yang dirahmati Allah Swt, semoga paparan di atas dapat menambah iman kita kepada Allah Swt dengan menguatkan keikhlasan dalam beramal, niatkan semata-mata mencari keridhaan Allah Swt.
Barokallah fikum

Be Sociable, Share!
74 views

MediaAM

Ponpes Terpadu Al-Multazam merupakan Pondok Pesantren yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai, Gunung terbesar di Jawa Barat dengan Cuaca yang sejuk, rindang, hijau, air bersih dan nyaman untuk pembelajaran. Adapun alamat Ponpes Terpadu Al-Multazam ada di dua tempat, yakni 1. Desa Maniskidul Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan 2. Desa Linggajati Kec. Cilimus, Kab. Kuningan Info Pendaftaran di www.prs.almultazam.sch.id