ENAM KEUTAMAAN BERQURBAN

ENAM KEUTAMAAN BERQURBAN

Saudaraku sahabat Al-Multazam, alhamdulillah atas nikmat Allah Swt kita masih diberikan usia untuk memperbaiki diri kita dan merasakan betapa nikmatnya beribadah kepada Allah Swt. Sholawat dan Salam semoga tetap tercurahlimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, kepada keluarganya, sahabatnya dan semoga sampai kepada kita selaku ummatnya, aamiin.

Bulan dzulhijjah tinggal sebulan lagi, sungguh waktu yang begitu cepat, rasanya baru kemarin kita merasakan kebersamaan dengan saudara-saudara kita menyembelih hewan qurban dan membagikan kepada keluarga, tetangga dan saudara-saudara muslim kita yang lain. Tak terkecuali kenikmatan ini juga dirasakan oleh segenap Civitas Akademika Al-Multazam baik para pimpinan, pengurus, guru, pegawai maupun para santrinya, seru banget alhamdulillah.

Nah tahun ini juga insyaAllah kita akan berqurban lagi dengan targetan lebih baik lagi dari tahun yang lalu insyaAllah, dan kami mengajak sahabat Al-Multazam untuk ikut bahagia bersama kami dengan berqurban disini.

Oleh karena itu, kami akan bagikan kepada sahabat Al-Multazam fadhilah atau keutamaanya berqurban, setidaknya ada enam keutamaan yang kami ketahui. Apa saja itu ? mari kita baca sampai selesai yah

Qurban sendiri merupakan ibadah yang luar biasa, terinspirasi dari kisah Nabiyullah Ibrahim As dan anaknya, Ismail As. Dimana Nabi Ibrahim As diuji Allah Swt seberapa tinggi kecintaan beliau kepada Allah Swt, sehingga Allah memerintahkan Nabi Ibrahim As untuk menyembelih anaknya lewat mimpi yang benar dan tanpa pikir panjang hal tersebut diutarakan Nabi Ibrahim As kepada putranya Ismail As. Karena keshalihan Ismail, ia pun meminta kepada ayahnya untuk melaksanakan perintah Allah Swt dan meyakinkan ayahnya bahwa putranya termasuk orang sabar. Lalu dijalankanlah perintah Allah Swt dan atas izin Allah Swt Nabi Ismail As diganti dengan seekor lembu yang besar sebagai tanda kecintaan Allah Swt kepada Nabi Ibrahim As yang telah membenarkan mimpinya dalam rangka ketaatan kepada Allah Swt.

Sahabat Al-Multazam yang dirahmati Allah Swt, pada prinsipnya hukum berqurban adalah Wajib bagi yang mampu sebagaimana Sabda Rosulullah Saw :

“Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : Siapa yang memperoleh kelapangan untuk berkurban, dan dia tidak mau berkurban, maka janganlah hadir dilapangan kami (untuk shalat Ied).” [HR Ahmad, Daru qutni, Baihaqi dan al Hakim]

Adapun keutamaannya adalah sebagai berikut :

  1. Qurban adalah Pintu untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt

Sahabat Al-Multazam, salah satu cara mendekatkan diri kita kepada Allah Swt adalah dengan berqurban dan menjadi sarana orang beriman untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Swt, sebagaimana firman Allah Swt

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٣٧

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik (Qs. Al-Hajj : 37)

 

  1. Sebagai sikap kepatuhan dan ketaatan kepada Allah Swt

Dalam ayat sebelumnya, disebutkan bahwa qurban merupakan bentuk kepatuhan dan ketaatan kepada Allah Swt sebagaimana difirmankan olehNya :

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۗ فَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَلَهُۥٓ أَسۡلِمُواْۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُخۡبِتِينَ ٣٤

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah) (Qs. Al-Hajj : 34)

Dalam ayat di atas bahwa berqurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah atas apa yang telah disyariatkan untuk menyembelihnya dari apa yang telah direzekikan Allah kepada kita, sehingga bergemberilah kita karena ketundukan dan kepatuhan kepada Allah Swt.

 

  1. Sebagai saksi amal dihadapan Allah Swt

Ibadah qurban menjadi saksi dari kebaikan kita sehingga setiap lembar bulunya menjadi kebaikan bagi mereka yang berqurban (Mudhohi), sebagaimana Rosulullah Saw bersabda :

Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kabaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” [HR. ibnumajah No.3117].

 

  1. Membedakan dengan orang kafir

Penyembelihan hewan qurban menjadi pembeda dengan orang-orang kafir, dimana orang-orang kafir menyembelih hewan qurban untuk sesembahan mereka selain Allah Swt, sedangkan orang-orang beriman menyembelih hewan qurban untuk Allah Swt dengan cara-cara yang telah diajarkan oleh Rosulullah Saw, sebagaimana Allah Swt berfirman :

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٦٢ لَا شَرِيكَ لَهُۥۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرۡتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٦٣

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (Qs. Al-An’am : 162-163)

 

  1. Ajaran Nabi Ibrahim As

Berkurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim As yang ketika itu Allah Swt memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail As ketika hari an nahr (Idul Adha), sebagaiman Sabda Rosulullah Saw :

“Berkata kepada kami Muhammad bin Khalaf Al ‘Asqalani, berkata kepada kami Adam bin Abi Iyas, berkata kepada kami Sullam bin Miskin, berkata kepada kami ‘Aidzullah, dari Abu Daud, dari Zaid bin Arqam, dia berkata: berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” [HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127]

 

  1. Berdimensi sosial ekonomi

Sahabat Al-Multazam, ternyata daging Qurban tidak hanya untuk kalangan fakir miskin saja melainkan juga untuk mereka yang mampu, dimana hikmah dari semua itu adalah jalinan ukhuwah atas si kaya dan si miskin bisa lebih baik lagi, sehingga dari sisi sosial bisa mempersatukan masyarakat dan dari sisi ekonomi sebagai pemberdayaan orang-orang yang mampu untuk ikut simpati membantu saudara-saudara yang kurang mampu.

Wallahu a’lam bisshawab / Yudi Yudistira

 

 

Be Sociable, Share!

MediaAM

Ponpes Terpadu Al-Multazam merupakan Pondok Pesantren yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai, Gunung terbesar di Jawa Barat dengan Cuaca yang sejuk, rindang, hijau, air bersih dan nyaman untuk pembelajaran. Adapun alamat Ponpes Terpadu Al-Multazam ada di dua tempat, yakni 1. Desa Maniskidul Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan 2. Desa Linggajati Kec. Cilimus, Kab. Kuningan Info Pendaftaran di www.prs.almultazam.sch.id