Dalam Muker Pondok, Mudirul Ma’had Bahas Masalah Kebersihan

Dalam Muker Pondok, Mudirul Ma’had Bahas Masalah Kebersihan

Al-Multazam (10/7) Musyawarah Kerja merupakan sebuah keharusan jika ingin maju suatu lembaga atau Pondok Pesantren. Begitu juga dengan Ponpes Terpadu Al-Multazam yang menerapkan Musyawarah Besar semua pengurus Pondok setiap satu semester guna mengevaluasi program kerja sekaligus perencanaan dan pengesahannya.

Salah satu evaluasi yang dibincangkan oleh Pimpinan Ponpes Terpadu Al-Multazam adalah masalah kebersihan. Pimpinan lulusan Al-Azhar Cairo Mesir itu terus menguatkan visi besarnya untuk menjadikan Al-Multazam Go Internasional, salah satu strategi operasionalnya adalah memperbaiki pandangan seluruh Civitas Akademika Al-Multazam terhadap pentingnya menjaga kebersihan. Beliau menilai kebersihan itu adalah nomor satu, sebagaimana kita ketahui bahwa perbedaan mencolok negara-negara maju dengan negara-negara berkembang adalah masalah kebersihan.

“Kebersihan adalah nomor satu, maka tidak ada namanya sampah, bekas-bekas dari sebuah acara, jadi, mohon maaf, kayak kita kemarin halal bi halal, sebetulnya tidak perlu lagi ada sarana itu nyapuin, akan tetapi kita semuanya. Seluruh SDM itu apa yang kita makan, apa yang kita tinggalkan itu tidak perlu ada disitu, kita ambil kemudian kita buang ke tempat sampah.” Tuturnya

Salah satu peserta Muker

Disamping itu juga beliau menceritakan kejadian ril di lapangan, tentang sebuah cerita dari seorang santri yang pernah mondok dua tahun di Al-Multazam kemudian dia harus ikut orang tuanya ke Los Angeles, namanya Muhammad Tajudin yang sudah 10 tahun disana. Karena kebiasaan Tajudin disana begitu sangat ketat dalam urusan kebersihan, sehingga ketika melihat sampah di sekelilingnya walau sedikit saja beliau merasa tidak nyaman.

“Dalam obrolan itu saya tidak nyaman disini, ternyata ada bekas dari botol, sudah bersih tapi ada sedikit, kemudian dia mengambil sampah itu dan membuangnya ke tempat sampah.” Tuturnya

Pimpinan Al-Multazam yang sekaligus Ketua IKADI Kuningan itu juga menyampaikan bahwa kebersihan merupakan salah satu barometer perbedaan Negara Maju dengan Negara berkembang, selain itu kebersihan juga merupakan bagian dari keimanan.

“Perbedaan mencolok negara maju dengan Indonesia adalah kebersihan. Kebersihan disana itu nomor satu, saya juga keliling kesana bukan hanya untuk menyampaikan tapi juga untuk belajar, melihat tata kelola suatu negara atau kota.” Tambahnya

Harapannya kedepan Al-Multazam akan lebih ketat dalam urusan menjaga kebersihan, memperhatikan kebersihan dan menularkan kebersihan di lingkungan Al-Multazam dan di manapun berada. (YY)

Be Sociable, Share!

MediaAM

Ponpes Terpadu Al-Multazam merupakan Pondok Pesantren yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai, Gunung terbesar di Jawa Barat dengan Cuaca yang sejuk, rindang, hijau, air bersih dan nyaman untuk pembelajaran. Adapun alamat Ponpes Terpadu Al-Multazam ada di dua tempat, yakni 1. Desa Maniskidul Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan 2. Desa Linggajati Kec. Cilimus, Kab. Kuningan Info Pendaftaran di www.prs.almultazam.sch.id