AIR TSUNAMI MELOMPATI KUBAH MASJID DAN MEMBELAH MENGHINDARI MASJID

AIR TSUNAMI MELOMPATI KUBAH MASJID DAN MEMBELAH MENGHINDARI MASJID

Al-Multazam (16/10) Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah jika Dia telah berkehendak, sekalipun kadang-kadang kehendakNya sama sekali di luar nalar Manusia. Itulah Kekuasaan Allah yang apabila Dia menginginkan sesuatu, Dia tinggal mengatakan “Kun” maka “Jadilah” ia.

Tsunami yang terjadi di Tawaeli Palu Sulawesi Tengah telah memporak porandakan segala apa yang ada didepannya, bangunanpun rata dengan tanah memakan banyak korban, kecuali Masjid Jami Pantoloan bersama dengan orang di dalamnya, yang tidak tersentuh sama sekali olehnya.

Menurut para saksi, tidak ada kerusakan sedikitpun pada bangunan masjid tersebut, bahkan tembok yang berwarna hijau-pun tidak ada noda sama sekali, padahal bangunan di sekelilingnya telah hancur, rata dengan tanah tinggal pondasinya saja.

Muadzin yang menjadi saksi kebesaran Allah Swt itu menuturkan bahwa air tsunami yang tingginya sama dengan pohon kelapa itu melompati masjid tersebut dan terbelah saat melewati kubah masjid sehingga tsunami tidak masuk dan merusak masjid.

“Air laut tidak masuk ke masjid sama sekali. Bahkan, ke halaman masjid pun tidak masuk, tapi dia naik ke atas melompati kubah masjid ini,” Tutur ‎Alif Sang Muadzin yang diselamatkan Allah.

Melihat kejadian tersebut, Alif dan para jamaah yang ada di Masjid terpana dan takjub dengan apa yang mereka saksikan, sehingga mereka tidak berhenti berdoa dan berdzikir atas pertolongan Allah Swt

“Kita semua berdzikir disini.” Tutur Ali masih takjub dengan kejadian barusan

Setelah gelombang tsunami berhenti, barulah air masuk ke dalam masjid melalui bagian belakang, namun air itu tetap tenang dan tidak bergejolak

“‎Air masuk ketika sudah surut. Posisi air datang dari belakang masjid dan setinggi sekira selutut,” ucapnya.

Ismail (46) jamaah yang juga berada di dalam masjid saat tsunami terjadi mengakui kalau air tsunami sama sekali tak menyerang Masjid Jami Pantaloan.

Menurut dia, semua itu terjadi semata karena kuasa dan perlindungan ‎Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

“Ini murni karena k‎uasa Allah karena memang tidak masuk logika. Sehari-harinya masjid ini dipakai untuk salat berjamaah, pengajian dan kumpul warga,” kata Ismail.

Cerita di atas pernah disampaikan pula oleh KH. Adin Nurhaedin, Lc. dalam kegiatan Dauroh Idaroh Masjid atau Pelatihan Manajemen Masjid, dimana beliau menuturkan bahwa orang-orang yang memakmurkan masjid akan dilindungi oleh Allah Swt dari adzabnya, dan hal tersebut terbukti dari cerita yang disampaikan oleh Ali dan Ismail, jamaah yang diselamatkan dari Tsunami, padahal jarak masjid hanya 50 meter saja dari pantai dan Pelabuhan Pantoloan.

“Ingat kejadian yang ada di Masjid Tawaeli Palu? Seorang muadzin menuturkan bahwa pada saat kejadian tsunami yang tingginya setinggi pohon kelapa itu membelah saat melewati masjid, sehingga masjid tersebut tidak tersentuh sedikitpun, bahkan kaligrafi Allah Swt dan Muhammad Saw tidak jatuh.” Tutur KH. Adin Nurhaedin

Apa yang bisa kita ambil dari pelajaran ini, silahkan tulis komentarmu di bawah, terima kasih. (YY)

 

Pendaftaran Santri Baru : https://bit.ly/2yi8Z70
Facebook : https://bit.ly/2uOnfCw
Twitter : https://bit.ly/2uzuFKD
Instagram : https://bit.ly/2zSrd2Q
Youtube : https://bit.ly/2O2DVPN
Website : https://bit.ly/2NnEgLq
Telegram : https://bit.ly/2NnEPVy

#PendaftaranSantriBaru
#AyoMondok
#Almultazam
#PesantrenTerbaik
#PesantrenQuran
#PesantrenBersih
#PesentrenSejuk
#PesantrenNyaman
#AyoMondokdiAM
#SayaSantriAlMultazam
#MediaAm
#AMTV

Be Sociable, Share!

MediaAM

Ponpes Terpadu Al-Multazam merupakan Pondok Pesantren yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai, Gunung terbesar di Jawa Barat dengan Cuaca yang sejuk, rindang, hijau, air bersih dan nyaman untuk pembelajaran. Adapun alamat Ponpes Terpadu Al-Multazam ada di dua tempat, yakni 1. Desa Maniskidul Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan 2. Desa Linggajati Kec. Cilimus, Kab. Kuningan Info Pendaftaran di www.prs.almultazam.sch.id