200 Siswi SMPIT Al-Multazam Belajar Mencetak Al-Qur’an di Syaamil Qur’an Bandung

Kabar Al-Multazam (18/10/2018), Dalam rangka bulan Literasi, SMPIT mengajak 200 siswi kelas 8 SMPIT Al-Multazam untuk belajar secara langsung proses pencetakan atau menerbitkan karya tulis. Selain belajar secara langsung proses penerbitan karya tulis, kegiatan ini juga menjadi penyegaran proses KBM di sekolah.

Dengan menggunakan 4 Bus, 200 siswi SMPIT Al-Multazam menuju Kota Bandung pukul 00.30 dari Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam. Perjalanan dari Kuningan menuju Kota Bandung melalui jalur Subang – Lembang. Perjalanan sempat terhambat dengan adanya kabut tebal yang menyelimuti jalan yang terkenal dengan keindahan alamnya, hal ini juga menjadi pengalaman yang menarik bagi siswi karena banyak diantara siswi SMPIT Al-Multazam yang baru mengetahui tentang kabut tebal yang menghalangi jalan sehingga jarak pandang kendaraan sangat terbatas.

Tujuan pertama perjalanan Fieldtrip SMPIT Al-Multazam kali ini yaitu Pusat Dakwah Islam atau dikenal dengan PUSDAI Bandung. Di PUSDAI, rombongan SMPIT Al-Multazam melaksanakan shalat subuh berjamaah dan beristirahat. Shalat subuh di-imami oleh Ust. Deni, Lc yang ternyata adalah kakak tingkat dari KH. Adin Nurhaedin, Lc yang merupakan Mudirul Ma’had Al-Multazam.

Setelah sarapan pagi di depan Masjid PUSDAI Bandung, rombongan Fieldtrip SMPIT Al-Multazam dibagi menjadi 2 tim dengan tujuan yang berbeda. Bus 1 dan 2 menuju Percetakan & Penerbitan Syaamil Qur’an, sedangkan bus 3 dan 4 menuju Museum Gedung Sate Bandung untuk belajar tentang sejarah Gedung yang menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat.

Perjalanan ke Syaamil Qur’an Bandung

Kegiatan di Syaamil Qur’an Bandung diawali dengan pengenalan beberapa pimpinan & staf Syaamil Qur’an. Pemaparan profil Syaamil Qur’an & Pola kerja karyawan yang “wajib menjaga wudhu” sebagai bentuk memuliakan Al-Qur’an menjadi hal yang mengesankan para siswi SMPIT Al-Multazam. Selain itu, para siswi juga belajar beberapa lagham “qiroah sab’ah” dalam membaca Al-Qur’an dan metode tikrar untuk menghafal Al-Qur’an.

Kegiatan dilanjutkan dengan melihat proses editing karya tulis maupun khat Al-Qur’an yang akan dicetak. Disini para santri pun diperbolehkan mencoba untuk memeriksa serta membuat beberapa ilustrasi karya tulis cerita bergambar islami.

Dari bagian editing, para siswi melanjutkan berkeliling di kantor Syaamil Qur’an menuju salah satu produk unggulan Syaamil Qur’an yaitu  Madina Qur’an. Produk ini didesain dengan tampilan yang unik dan beberapa diantaranya dilengkapi dengan cover pelindung serta sajadah lipat yang diperuntukan untuk para muslim yang hobi traveling atau berjalan-jalan.

Setelah melihat produk-produk Syaamil Qur’an, para Siswi SMPIT Al-Multazam menuju pabrik percetakan yang berada dibelakang kantor Syaamil Qur’an. Disini para siswi terlihat antusias karena ternyata butuh proses panjang untuk sebuah karya tulis untuk dicetak menjadi sebuah buku, begitu pula dengan Al-Qur’an yang biasa Kita baca.

Salah satu siswi SMPIT Al-Multazam mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya merasa termotivasi untuk belajar lebih giat & menghargai karya literasi atau buku karena ternyata butuh proses panjang dan tidak mudah untuk mencetak karya tulis menjadi sebuah buku.

Perjalanan ke Museum Gedung Sate Bandung

Berbeda dengan kegiatan di Syaamil Qur’an, kegiatan di Museum Gedung Sate Bandung terasa lebih santai. Setelah berswafoto di Gedung yang menjadi Ikon Jawa Barat, para siswi SMPIT Al-Multazam berkesempatan berfoto bersama dengan Bapak Wakil Gubernur Jawa Barat, yaitu Bapak UU Ruzhanul Ulum yang secara bersamaan berada di Gedung Sate setelah sebelumnya Beliau rapat dengan beberapa tamu dari luar negeri.

Seperti yang Kita ketahui bahwa Museum Gedung Sate diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat sebelumnya yaitu Bapak Ahmad Heryawan di tahun 2017. Hal ini menjadi inovasi yang sangat baik terutama bagi lembaga pendidikan karena dapat membuka wawasan serta para siswa sekolah dapat belajar sejarah secara langsung di lokasi yang menjadi saksi sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.

Hal yang menarik lainnya dari Museum Gedung Sate yang dapat dilihat kali ini adalah, pengunjung dapat masuk dan menuju puncak Gedung Sate dan menikmati pemandangan Kota Bandung. Setelah berkeliling area Gedung Sate, para siswi SMPIT Al-Multazam menuju destinasi selanjutnya yaitu Alun-alun Kota Bandung yang menjadi salah satu ikon Kota Bandung.

Pukul 16.00 seluruh rombongan Fieldtrip SMPIT Al-Multazam telah berada di Alun-alun Kota Bandung, kesempatan kali ini dimanfaatkan oleh para siswi SMPIT Al-Multazam untuk berswafoto dan beberapa wali siswi yang berdomisili di Kota Bandung untuk hadir bersilaturahim.

Kepala SMPIT Al-Multazam, Ust. Sulaeman, S.H.I mengatakan bahwa kegiatan fieldtrip ini bukan hanya refreshing atau penyegaran proses KBM di sekolah, tetapi juga semoga dengan kegiatan ini para siswi dapat belajar tentang proses percetakan buku, dan belajar sejarah secara langsung.

 

 

Be Sociable, Share!

MediaAM

Ponpes Terpadu Al-Multazam merupakan Pondok Pesantren yang berada di bawah kaki Gunung Ciremai, Gunung terbesar di Jawa Barat dengan Cuaca yang sejuk, rindang, hijau, air bersih dan nyaman untuk pembelajaran. Adapun alamat Ponpes Terpadu Al-Multazam ada di dua tempat, yakni 1. Desa Maniskidul Kec. Jalaksana, Kab. Kuningan 2. Desa Linggajati Kec. Cilimus, Kab. Kuningan Info Pendaftaran di www.prs.almultazam.sch.id